Kumpul-kumpul Lebih dari 5 Orang Disanksi Kerja Sosial-Denda

Jakarta

Pemprov DKI Jakarta melarang warga untuk berkerumun di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan apabila ada kumpul-kumpul lebih dari lima orang, sanksi kerja sosial dan denda akan diberikan.

“Kalau orang kumpul-kumpul, lebih dari 5 orang itu bisa kena sanksi kerja sosial dan sanksi denda menanti bagi orang yang kumpul-kumpul lebih dari 5 orang,” ujar Arifin saat dihubungi, Rabu (16/9/2020).

Arifin mengatakan kisaran denda yang dikenakan sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. Sementara warga yang tidak menggunakan masker diberi sanksi kerja sosial atau denda Rp 250 ribu.

“Kalau (denda) kerumunan Rp 100 ribu-Rp 250 ribu, kalau denda pelanggaran penggunaan masker ya Rp 250 ribu,” katanya.

Meski demikian, Arifin mengaku pihaknya belum memberikan sanksi denda kepada warga yang berkerumun lebih dari lima orang. Satpol PP baru memberikan teguran secara lisan saja.

“Ya selama ini kita masih kenakan teguran untuk dibubarkan, ya kumpul-kumpul karena mereka pakai masker tapi berkerumun, dibubarin,” ucap Arifin.

Sebelumnya diberitakan, PSBB di DKI Jakarta telah diberlakukan pada 14 September 2020 dengan sejumlah persyaratan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti perihal kerumunan yang disebutnya tidak boleh lebih dari lima orang.

“Terkait dengan kegiatan di luar ada ketentuan yang tadi belum saya sebutkan bahwa ada pembatasan kerumunan tidak boleh lebih dari lima orang,” ujar Anies dalam konferensi pers secara virtual dari Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (13/9).

(man/idn)



Source:

author
Author: 

    Leave a reply "Kumpul-kumpul Lebih dari 5 Orang Disanksi Kerja Sosial-Denda"